LIFE IS

All my yesterdays have brought me to this day, and all my tomorrows begin with now

Saturday, May 21, 2011

Memberi dalam Rangka Kepedulian Sosial (2 Korintus 8:2-5)

Pada bagian ini Paulus mendorong jemaat Kristen di Korintus untuk mengumpulkan persembahan bagi orang-orang miskin di Yerusalem, dengan beberapa gagasan dan dengan menyebut Titus dan saudara-saudara yang lain yang memberi perhatian pada pengumpulan persembahan ini.
Pertama-tama Paulus memberi contoh orang-orang Makedonia, yang secara materi dan bahkan dalam beberapa aspek kehidupan mereka tergolong miskin, tetapi justru dalam kemiskinan itu mereka mau dan bisa memberi persembahan. Artinya, mereka sendiri sebenarnya layak dibantu, namun karena iman yang cukup mendalam mereka malah mengumpulkan persembahan untuk saudara-saudara mereka seiman di Yerusalem. Mengapa? Karena mereka menyadari bahwa Allah telah banyak memberikan kepada mereka, dan pemberian itu haruslah dibagi kepada sesama. Apapun kondisi orang-orang Makedonia, berkekurangan, dan malah sedang menderita, tidak menghalangi mereka dalam mengumpulkan persembahan, sebab mereka percaya bahwa pemberian mereka itu pertama-tama ditujukan kepada Allah, dan karena kasih karunia Allah pemberian itu digunakan untuk para rasul dan umat Tuhan yang membutuhkan.
Jemaat di Yerusalem menjadi miskin melalui perang, kelaparan, penyiksaan sampai banyak yang menderita kelaparan, busung lapar, dll. Banyak di antara mereka yang sudah kian miskin ketika menjadi orang Kristen. Itulah sebabnya rasul Paulus mendorong jemaat-jemaat Kristen yang telah mendapatkan kasih karunia untuk saling membagi dengan memberi atau mengumpulkan persembahan, yang nantinya dikirim ke Yerusalem. Dengan demikian akan muncullah keseimbangan, seperti yang dikatakannya pada ayat 13 “….. supaya ada keseimbangan”. Keseimbangan itu tercapai kalau orang-orang beriman saling mencukupi kekurangan sesama.
Nampaknya Paulus sengaja memberi contoh orang-orang Makedonia, karena dalam banyak aspek mereka jauh berada di bawah orang-orang Korintus. Dengan contoh ini Paulus hendak mendorong jemaat di Korintus untuk lebih peduli dan tidak ada alasan bahwa mereka tidak sanggup. “Kalau jemaat Makedonia yang lemah itu saja bisa memberi, masakan kamu yang hidup mapan tidak sanggup? Malu dong …”. Paulus tidak memaksa seseorang untuk memberi apa yang tidak ada padanya, tetapi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dasar pemberian ini adalah anugerah Tuhan. Kasih karunia Tuhan disini berarti Allah memberi anugerah bagi umat-Nya untuk saling memberi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sekali lagi tidak ada paksaan.
(Pdt. Alokasih Gulo)

No comments:

Post a Comment